Langsung ke konten utama

Surat Lamaranmu Bagus, tapi Bahasa Indonesianya Bikin HRD Bergidik?

5 Kesalahan Bahasa Indonesia yang Sering Terjadi dalam Surat Lamaran Kerja — dan Cara Mudah Menghindarinya


Kamu sudah mempersiapkan diri dengan matang — nilai bagus, sertifikat ada, penampilan rapi. Tapi surat lamaranmu justru mengkhianatimu dari baris pertama. Sayangnya, banyak pelamar kerja yang tidak sadar bahwa kesalahan berbahasa dalam surat lamaran bisa menjadi alasan pertama HRD menyingkirkan berkas mereka.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap surat lamaran kerja siswa SMK, ditemukan ratusan kesalahan ejaan — mulai dari penggunaan huruf kapital yang keliru, tanda baca yang tidak tepat, hingga penulisan kata serapan yang salah. Ironisnya, kesalahan ini berulang terus karena dianggap wajar atau bahkan tidak disadari sama sekali.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, saya ingin berbagi lima kesalahan paling umum yang saya temukan — lengkap dengan contoh yang salah, yang benar, dan tips mudah untuk mengingatnya.

✦ ✦ ✦
01

Menulis "PT." dengan Titik di Belakangnya

Ini adalah kesalahan yang hampir universal. Banyak pelamar menuliskan nama perusahaan dengan titik setelah "PT", misalnya PT. Maju Bersama. Padahal menurut kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) edisi terbaru, singkatan nama badan atau lembaga yang terdiri atas huruf kapital tidak diikuti tanda titik.

✗ SalahYth. Bapak/Ibu HRD
PT. Maju Bersama Indonesia
di tempat
✓ BenarYth. Bapak/Ibu HRD
PT Maju Bersama Indonesia
di tempat
💡 Tips IngatSingkatan huruf kapital semua (PT, CV, UD, BUMN) = tidak pakai titik. Singkatan biasa (hlm., dst., dll.) = pakai titik.
02

Menulis Kata Depan "di" Digabung dengan Kata Benda

Kesalahan ini sangat sering muncul di bagian alamat surat maupun isi surat. Banyak yang menulis "diperusahaan", "diinstansi", atau "ditempat" sebagai satu kata. Padahal, kata depan "di" yang menunjukkan tempat selalu ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

✗ Salah"...bergabung diperusahaan
yang Bapak/Ibu pimpin..."

"Yth. Pimpinan
PT Abadi Jaya
ditempat"
✓ Benar"...bergabung di perusahaan
yang Bapak/Ibu pimpin..."

"Yth. Pimpinan
PT Abadi Jaya
di tempat"
💡 Tips IngatTanya dirimu: apakah "di-" ini bisa diganti dengan "me-"? Kalau tidak bisa (di tempat ≠ menempat), berarti kata depan → pisah. Kalau bisa (ditulis = menulis), berarti awalan → gabung.
03

Salah Menggunakan Huruf Kapital

Kesalahan huruf kapital adalah yang paling banyak ditemukan dalam penelitian tentang surat lamaran kerja siswa SMK — mencapai lebih dari 40% dari total kesalahan. Ada dua pola kesalahan: memakai kapital di tempat yang tidak perlu, dan tidak memakai kapital di tempat yang wajib.

Contoh umum kesalahan kapital dalam surat lamaran:

✗ Salah"saya lulusan SMK jurusan
Akuntansi tahun 2024"

"Hormat saya,"

"Dengan Hormat,"
✓ Benar"Saya lulusan SMK Jurusan
Akuntansi tahun 2024"

"Hormat saya,"

"Dengan hormat,"
💡 Tips IngatSalam pembuka "Dengan hormat" — hanya "Dengan" yang kapital karena mengawali kalimat. Salam penutup "Hormat saya" — hanya "Hormat" yang kapital, kata "saya" tetap kecil karena bukan nama.
04

Menulis "foto copy" atau "photocopy" — Padahal Sudah Ada Bentuk Bakunya

Di bagian lampiran surat, kesalahan ini sering muncul tanpa disadari. Kata serapan dari bahasa asing kerap ditulis dalam bentuk aslinya, padahal bahasa Indonesia sudah memiliki bentuk baku yang telah diserap dan disahkan.

✗ Salahfoto copy ijazah
photo copy KTP
curriculum vitae
sertifikat (dieja: sertifikate)
✓ Benarfotokopi ijazah
fotokopi KTP
daftar riwayat hidup
sertifikat

Kata "fotokopi" adalah satu kata tanpa spasi, bukan "foto copy" atau "foto kopi". Ini diatur dalam KBBI dan merupakan hasil penyerapan resmi dari bahasa Inggris photocopy.

💡 Tips IngatRagukan sebuah kata? Cek langsung dikbbi.kemdikbud.go.id— gratis dan resmi. Selalu jadikan KBBI sebagai wasit utama dalam penulisan.
05

Kalimat Bertele-tele dan Tidak Efektif

Ini bukan sekadar kesalahan ejaan, tapi kesalahan struktur kalimat yang membuat isi surat susah dipahami dan terkesan tidak profesional. Kalimat yang baik dalam surat lamaran harus singkat, padat, jelas, dan langsung ke inti.

✗ Salah (bertele-tele)"Dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini hendak dan ingin bermaksud mengajukan permohonan lamaran pekerjaan kepada Bapak/Ibu yang terhormat di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin."
✓ Benar (efektif)"Dengan hormat, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai Teknisi di PT Maju Bersama Indonesia berdasarkan informasi lowongan yang saya peroleh dari..."

Perhatikan betapa banyak kata yang terbuang sia-sia di contoh yang salah: "yang bertanda tangan di bawah ini", "hendak dan ingin bermaksud" — semuanya bisa dipangkas tanpa mengurangi makna sedikit pun.

💡 Tips IngatBaca ulang setiap kalimatmu. Tanyakan: "Apakah ada kata yang bisa dihapus tanpa mengubah makna?" Kalau ada — hapus. Kalimat efektif = tidak ada kata yang mubazir.
✦ ✦ ✦

Penutup: Surat Lamaran adalah Wajahmu yang Pertama

Sebelum HRD sempat bertemu kamu secara langsung, mereka sudah menilaimu dari surat lamaran. Kesalahan berbahasa — sekecil apa pun — bisa memberi kesan bahwa kamu kurang teliti, kurang serius, atau kurang siap untuk dunia kerja.

Kabar baiknya: semua kesalahan di atas bisa dihindari hanya dengan satu kebiasaan sederhana — baca ulang suratmu minimal dua kali sebelum dikirim, sambil membuka KBBI dan EYD sebagai panduan.

Semoga suratmu bukan hanya bebas kesalahan, tapi juga membuka pintu karier yang kamu impikan. Selamat mencoba! 💪

📚 Daftar Sumber

  1. Ardi, dkk. (2024). Kesalahan Ejaan pada Penulisan Surat Lamaran Kerja Siswa Kelas XII SMK Ibu Pertiwi 2 Jakarta Barat. Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Vol. 4 No. 1. Universitas Indraprasta PGRI.
    jim.unindra.ac.id
  2. Aziz, E. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud RI.
    ejaan.kemdikbud.go.id
  3. Detik.com. (2022). Mengenal 7 Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan.
    detik.com
  4. Kompas.com. (2020). Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan.
    kompas.com/skola
  5. Kompasiana. (2017). Penggunaan Ejaan dalam Penulisan Surat.
    kompasiana.com
  6. Prastiyo, A. (2021). Analisis Kesalahan Berbahasa pada Surat Lamaran Kerja. STKIP PGRI Bangkalan.
    repo.stkippgri-bkl.ac.id
  7. Gantametrika, dkk. (2016). Kesalahan Berbahasa Penggunaan EYD. Solo: Genta Smart Publisher.
  8. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.
    kbbi.kemdikbud.go.id

Komentar